Wednesday, November 30, 2016

JANJI YANG TERTULIS DI DALAM HATI (Yeremia 29:10-14)

TUHAN berkata, 'Apabila telah genap masa tujuh puluh tahun bagi Babel, Aku akan memperhatikan kamu lagi, dan menepati janji-Ku untuk membawa kamu kembali ke tempat ini.  Bukankah Aku sendiri tahu rencana-rencana-Ku bagi kamu? Rencana-rencana itu bukan untuk mencelakakan kamu, tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan.  Maka kamu akan minta tolong kepada-Ku. Kamu akan datang untuk berdoa kepada-Ku, dan Aku akan menjawab doamu.  Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku, sebab kamu mencari dengan sepenuh hati.  Sungguh, kamu akan menemukan Aku. Kamu akan Kukumpulkan dari tengah-tengah setiap bangsa dan dari setiap negeri tempat kamu diceraiberaikan dan dibuang. Kamu akan Kubawa kembali ke negeri asalmu ini serta memulihkan keadaanmu. Aku, TUHAN, telah berbicara.

Yeremia 29:10-14

Betapa ingin kita memiliki Allah yang selalu mengabulkan permohonan kita. Enaknya, punya Allah yang selalu mengikuti keinginan dan kehendak kita. Seperti tidak ada masalah rasanya, dunia ada di tangan kita. Tapi kenyataannya tidak seperti itu.

Allah bukan jin lampu ajaib yang mengabulkan semua keinginan manusia. Allah bukan ibu peri yang mengabulkan semua keinginan manusia dengan tongkat ajaibnya. Sebaliknya, hidup yang diberiNya bagi kita diberi supaya kita mendedikasikannya untuk kebaikan dan tanggungjawab pada diri sendiri, sesama dan seisi ciptaan, itulah seluruh berita Alkitab.

Yeremia yang sangat sayang dengan bangsanya, harus memberitakan teguran dan hukuman Tuhan yang tidak didengar Israel ketika banyak rajanya memerintah dari mulai Yosia sampai dengan Zedekia. Dia sayang, dan saking sayangnya, dia harus membantu umat Allah menyelaraskan kehendak mereka dengan kehendak Allah. Karena itulah, dia mati dirajam bangsanya sendiri, karena sayangnya dianggap bukan sayang.

Saudaraku, dibentuk Tuhan tidak pernah terasa enak dan mudah. Jika kurang kuat, kita akan mudah menganggap Tuhan itu sentimen dan tidak adil. Atau, mungkin, kita bisa meninggalkan Dia begitu saja, dengan alasan kecewa. Banyak orang Kristen melakukan itu. 

Bersabarlah dan tunggulah Tuhan menyingkapkan semua rencana dan kehendaknya! Jangan terburu-buru mengambil keputusan. Nantikanlah Dia, kata pemazmur. Jadilah tenang sehingga kita bisa mengerti maksud dan kehendak Tuhan. Itulah maksud Tuhan menyatakan rencanaNya dalam pasal 29:10-14. Sulit rasanya, menemui keadaan yang terbalik 180 derajat. Banyak orang Israel shock dan berbalik dari Allah. Tapi, mereka yang bersabar dan setia dalam Tuhan akan diberi hati yang baru.

Mungkin, anda menghadapi seseorang yang tidak bisa anda ubah. Atau, malah, itu adalah komunitas di mana seperti Yeremia, anda berjuang untuk menyatakan kehendak Allah dalam diri mereka, tapi anda tertolak. Jangan berhenti berjuang dan bersedih. Suatu kali, Tuhan akan memberikan janji yang tertulis dalam hati mereka. Tanpa seorang pun yang mengingatkan, umat Allah akan menyadari kehadiran Allah dan mendekat padaNya. 

Umat Allah ini akan mencari Allah dan Allah akan memberi mereka menemukan. Allah akan menjawab mereka. Saya pernah melihat komunitas yang mencari Allah dan hadiratNya dengan rasa haus seperti ini. Dan, saya selalu ingat, salah satu bunyi sabda Bahagia yang Yesus ucapkan mengacu pada hal itu: berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Kerajaan Allah sudah datang, dan kita sedang menantikan penggenapan rencana dan janji Allah untuk memulihkan dunia, dalam berbagai peristiwa dan tanda zaman yang terjadi. 

Pertanyaannya: di mana posisi anda dan saya saat ini? Apakah kita dalam posisi yang siap menerima Yeremia-yeremia dalam hidup kita, yang meskipun menyampaikan hal menyakitkan tapi itu adalah teguran Allah pada dosa dan merupakan upaya membentuk kita menjadi orang yang makin berkenan di hadapan Allah. 

Mari resapi Advent yang mengajak kita bersiap! bersiap dengan suara Allah dalam hidup kita. Dengar, resapi dan tanggapi dengan kerendahan hati!



Friday, November 25, 2016

KEEP MAKING ME (Zefanya 3:9-20)

Tetapi kemudian Aku akan mengubah hati bangsa-bangsa itu, sehingga mereka berdoa kepada-Ku saja, dan tidak kepada ilah-ilah lain. Bangsa-bangsa itu semua akan mentaati Aku.
Bahkan dari Sudan yang jauh, umat-Ku yang tercerai-berai itu akan datang dan mempersembahkan kurban kepada-Ku.
Pada waktu itu, hai umat-Ku, kamu tak perlu merasa malu lagi karena telah memberontak terhadap Aku. Aku akan mengusir setiap orang yang sombong dan angkuh, dan kamu tidak akan memberontak lagi terhadap Aku di bukit-Ku yang suci. 
Di sana akan Kubiarkan menetap suatu bangsa yang rendah hati, yang mengandalkan pertolongan-Ku. Mereka boleh tinggal di sana. 
Orang Israel yang masih tersisa, tidak akan berbuat jahat lagi kepada siapa pun; mereka tak akan berbohong lagi dan tidak pula menipu. Mereka akan makmur dan sejahtera, dan tidak merasa takut kepada siapa pun." 1

Lagu sukacita
Hai Israel, bersoraklah dan bernyanyi! Hai Yerusalem, bergembiralah dengan segenap hati!
Sebab TUHAN berhenti menghukum kamu; Ia telah mengusir segala musuhmu. Kamu dilindungi oleh raja Israel, Tuhanmu sendiri. Sekarang kamu tak perlu merasa takut lagi.
Akan tiba saatnya orang-orang akan berkata nanti, "Hai Yerusalem, janganlah takut dan tawar hati. Kamu dilindungi oleh TUHAN Allahmu yang perkasa. Kamu menang karena kuasa-Nya. TUHAN gembira dan bersukacita karena kamu, dalam kasih-Nya diberi-Nya kamu hidup baru.  Karena kamu, Ia bernyanyi gembira seperti orang yang sedang berpesta." Kata TUHAN, "Malapetaka yang mengancam kamu Kutiadakan. Kehinaanmu telah Kuhapuskan.
Masanya akan datang penindasmu Kuhancurkan, dan orang pincang Kuselamatkan; semua buangan Kubimbing pulang. Kehinaan mereka Kuubah menjadi kehormatan; di mana saja, bahkan di seluruh bumi, mereka akan dimuliakan dan dipuji. 
Masanya akan datang, pendudukmu yang terpencar Kubimbing pulang. Kamu Kubuat tenar di seluruh muka bumi, dan kemakmuranmu akan Kupulihkan lagi." TUHAN telah berbicara. (Bdk. Zefanya 3:9-20, BIS)




Video berjudul Keep Making Me dari Sidewalk Phropets ini membuat saya berpikir bahwa hidup, pada diri tiap orang sama, tidak mudah dengan begitu banyak lika likunya. Dengan hidup yang seperti itu, anda dan saya datang ke gereja, melayani, menghabiskan hidup, membina rumah tangga dengan berbagai persoalan, menyelesaikan masalah kekerabatan, mengalami untung rugi dalam usaha, dan menikmati banyak pengalaman lain lagi dalam hidup. Di dalam hidup itu sendiri, lebih banyak kadang, kita gagal melukiskan apa yang kita mau dan kita anggap ideal dalam hidup kita. 

Dalam suasana gagal terhambat seperti itu, pasti maunya kita teriak dan protes pada Tuhan. Terutama seperti potongan besi tadi yang hanya bisa teriak dan mengomeli kehidupannya sendiri dan depresi melihat hidup orang yang lain yang seakan tampak sempurna. Di sisi apa dia bisa bangkit? Ketika ada seorang teman yang membuatnya mampu melihat bahwa dunianya ini bukan apa-apa dibanding hidupnya sendiri. Ketika dia menyerahkan dirinya yang penuh dosa untuk dibersihkan dan dibuat baru oleh Allah, maka hidup baru dimulai dan segala sesuatu dalam dirinya tampak berwarna. Dunia lain di sekitarnya, kalah keren, dibanding pengenalan akan Kristus yang dia raih. (Bdk. Filipi 3:8)

Bangsa Israel adalah gambaran kita, manusia yang sampai sekarang masih berupaya mencari gambaran ideal di dalam pemikiran mereka sendiri tentang arti kebahagiaan. Sampai sekarang, mereka masih saja merindukan Tanah Air dalam bentuk harafiah, tanah yang betul-betul tanah. Mereka memperebutkan Gaza yang dalam sejarah seakan "sudah menjadi milik bangsa lain" dan melupakan bahwa hukum Allah yaitu mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri sebenarnyalah jalan menuju kebahagiaan itu. Ketika kemudian mereka menolak Yesus, mereka juga gagal melihat Mesias yang sesungguhnya karena begitu keras kepala dengan pemikiran mereka sendiri. 

Dan, jika hari ini, anda dan saya, sama saja ketika datang dan pulang dari gereja. Menghabiskan dua jam waktu kebaktian tapi pulang dalam keadaan hampa, dan bahkan menjadi lebih tidak merasa berguna, maka tanyakan apa yang masih kita kendalikan dalam diri kita untuk membahagiakan diri sendiri? Karena pada kenyataannya, toh, Zefanya mengingatkan bahwa lagu sukacita itu hanya akan dinyanyikan oleh mereka yang hatinya diubahkan Tuhan, dan diubahkan Tuhan adalah kerjasama antara dua pihak yaitu kita dan Tuhan. Jika kita tidak mau memberi hati kita untuk dibersihkan dan dibentuk, tidaklah mungkin Tuhan bisa melembutkan dan menjadikan semua dalam hidup kita jadi baru.

Karena itu, lagu sukacita ini hanya bisa dinyanyikan oleh orang-orang yang setia. Orang-orang yang tidak menyerah untuk mengikut Allah. Lagu sukacita ini milik mereka yang bertekun dan rela membayar harga. Lagu sukacita ini milik mereka yang mau dibentuk meski dalam keadaan sulit. Lagu sukacita ini akan diberikan Allah pada mereka yang tetap mencari Allah di dalam kesulitan dunia dan pantang mundur. 

Kita masuk dalam Advent 1 lagi tahun ini. Dan, proses Tuhan bekerja dalam hidup kita masih berlanjut tatkala hidup kita masih kita jalani sampai saat ini. Mari jalani dengan tidak banyak mengeluh melainkan setia dan taat. Natal adalah milik orang-orang yang mau dibentuk hati dan hidupnya oleh Tuhan, bukan mereka yang lari dari tanggungjawab iman. Mungkin dalam kelemahan, kita pernah jatuh, tapi bangkit lagi dan biarkan Tuhan membentuk kita. Seperti lirik lagu tadi, kadang Tuhan membuat kita patah hati, membuat kita sendirian, membuat kita "seakan" terjebak masalah, supaya kita datang pada Dia dan mencari Dia untuk menemukan pertolongan. 

Saat ini, Tuhan minta kita setia pada apa? Mudah-mudahan kita tidak setia pada dosa. Tapi setia menghalau dosa. Bukannya setia memelihara kebiasaan buruk, tapi setia mengupayakan kebiasaan baik. Bukannya setia keras kepala. tapi setia memberi diri kita dibentuk Allah melalui pembenaran yang dikerjakan Nya melalui FirmanNya. Mari, mau dibentuk Allah...

Selamat Memasuki Advent... 

Saturday, November 12, 2016

BERSIAPLAH, ISILAH, dan JANGAN HANYA BERPANGKU TANGAN-(Maleakhi 4:1-2, Mazmur 98, 2 Tesalonika 3:6-13, Lukas 21:5-19)

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ--akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lainsemuanya akan diruntuhkan."
Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi ? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." 
Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. 
Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilangKalau kamu tetap bertahankamu akan memperoleh hidupmu. 
Perkunjungan saya pada salah seorang calon majelis membuka titik terang ketika dia berkata, " Meski sesungguhnya menjadi seorang penatua sulit, saya akan melakukannya bu. Ada yang menyadarkan saya bahwa suatu kali nanti, ketika di sorga, saya akan ditanya pelayanan apa yang sudah saya lakukan? Saya pasti akan malu dan berdosa ketika menolak ini!" Pernyataan ini mengingatkan saya, betapa euforia akhir zaman begitu ampuh membuat kita berhati-hati bersikap dalam dunia, karena mengingatkan bahwa hidup kita tidak sementara. Dan, bahwa apa yang kita lakukan selama hidup berdampak juga pada kekekalan.
Tapi hati-hati saudara! Jangan terlalu bernafsu ingin tahu apa yang terjadi di akhir zaman sehingga kita lupa bahwa kaki kita masih berpijak di tanah. Hidup di zaman akhir, kata Yesus, sudah dimulai saat ini. Saat menuai sudah datang. Bukan nanti. Jadi, respon kita mengisi hari juga menjadi sangat penting, hari ini, sekarang!

Karena itu, pada beberapa orang di Tesalonika, Paulus mengingatkan bahwa hidup di zaman akhir bukan semestinya dipakai berleha-leha. Ada banyak orang kala itu yang gegabah memaknai hari dan hidup. Karena tahu akhir zaman tiba, mereka malas dan tidak mau bekerja, membuat susah orang lain dan tidak memikirkan keluarga. Bukan begitu caranya mengisi zaman akhir ini. Bukan begitu caranya menantikan kedatangan Tuhan. 

Dalam kesadaran bahwa Allah akan datang menghakimi seisi ciptaan, mestinya kita memang memiliki rasa tunduk dan hormat. Dalam tunduk dan hormat itu, kita bekerja dengan giat, berbuat baik sebanyak dan semampu kita, sebagaimana ciri khas orang yang sudah diselamatkan. Bukan dengan memisahkan diri dari penderitaan dunia, melainkan terlibat untuk memberitakan Kerajaan Allah yang berisi damai sejahtera di dalamnya. Ini bukan soal materi kita, tapi soal gaya hidup kita. Gaya hidup yang menghormati Allah. Gaya hidup beriman.

Maka, tantangannya menjadi sangat berat. Kerja keras, menolong sesama, berbuat baik, jujur dan hormat pada Allah, mengampuni, dan melakukan kebenaran, nampak menjadi olok-olok di dunia sekarang ini. Saya ingat sebuah cerita tentang seorang kakek yang diolok-olok sekumpulan anak muda ketika dia hendak berdoa sebelum makan di sebuah tempat makan cepat saji. "Kek, gak malu berdoa? Lihat, di sini, siapa yang berdoa? Gak ada kan? olok mereka. Kakek itu menjawab lurus, "Iya, orang-orang di sini memang tidak berdoa, anjing dan babi juga tidak pernah berdoa. " Artinya, bukan mudah menjadi manusia. Lebih tidak mudah lagi menjadi manusia yang beriman. Manusia yang percaya pada Allah dan terus bergantung pada Dia. Tapi, itu harus dilakukan, karena janji Allah menanti kita.

Nah, sudah sejauh mana kita mengisi keselamatan kita? Tentu keselamatan bukan sebuah tiket masuk surga. Dia adalah sebuah mahkota yang mesti diperjuangkan. Mahkota di mana kita masih bisa kehilangannya ketika kita lalai menghargai dan menghormatinya. Bagaimana anda dan saya mengisi keselamatan kita sebagai orang Kristen zaman kini?

Pertama, sadarilah bahwa kita ini seperti domba yang diutus ke tengah serigala. Semua orang akan mendengarkan apa yang ingin mereka dengar, meski yang ingin mereka dengar itu bertentangan dengan Firman Tuhan. Karena itu, pengajaran Firman Tuhan adalah hal yang mutlak dilakukan di mana saja. Kedua, apa yang kemudian terjadi pada kita yang setia? Ditantang dan didera untuk menjadi tidak setia. Yesus mengatakan bahwa semuanya itu sudah dan akan terus terjadi. Kita akan dihina justru ketika benar. Akan dibenci ketika jujur. Akan ditolak ketika menjadi baik dan tulus. Bahkan karena itu, kita bisa kehilangan orang-orang terdekat yang juga mencari aman karena tidak tahan dengan tantangan itu. 

Tapi, Yesus akan memberi kita hikmat sehingga kita tidak terlawan dan tidak terbantahkan. Sehelai rambut pun tidak akan jatuh jika bukan karena izin Tuhan. Dan kita akan memperoleh hidup kita. Hidup. Hidup yang berkelimpahan, zoe=hidup karena percaya, hidup yang diberkati, hidup yang bahagia tanpa dikendalikan materi, penyakit, tantangan atau kondisi, sebuah damai yang tidak pernah berhenti mengalir dalam hidup kita.

Karena itu, saudara! Bertahanlah dalam segala kesesakan dan tetap lakukan yang baik. Selalu ada upah dalam kesetiaan. Dan, bertandinglah begitu rupa! Ketika anda harus melakukan kebenaran dalam Kristus di mana pun dan dalam kapasitas apa pun, lakukan! Tuhan menyertai kita!